Cirebon, 16 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Perspektif Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai bagian dari upaya pengembangan dan penyelarasan kurikulum di lingkungan fakultas. Kegiatan ini turut menjadi ruang bagi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) untuk meninjau arah kurikulum agar semakin selaras dengan capaian pembelajaran lulusan dan kebutuhan pendidikan masa kini.

Meninjau Arah Kurikulum Berbasis OBE
Kegiatan review kurikulum menjadi bagian penting dalam memastikan kurikulum yang diterapkan tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, berbagai komponen kurikulum ditinjau kembali agar memiliki keterkaitan yang jelas dengan kompetensi yang perlu dimiliki oleh mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Pendekatan Outcome-Based Education (OBE) menempatkan capaian pembelajaran sebagai salah satu dasar dalam merancang proses pendidikan. Artinya, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada materi yang disampaikan, tetapi juga pada kemampuan yang diharapkan benar-benar dimiliki mahasiswa sebagai lulusan.
PGMI Perkuat Kesesuaian Kurikulum
Bagi Jurusan PGMI, kegiatan review menjadi kesempatan untuk melihat kembali kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan calon guru Madrasah Ibtidaiyah. Kurikulum perlu mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, tetapi juga kemampuan pedagogik, teknologi, komunikasi, kreativitas, dan pemecahan masalah.
Peninjauan tersebut juga penting untuk memastikan keterkaitan antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, serta mata kuliah yang ditempuh mahasiswa. Dengan adanya penyelarasan, setiap mata kuliah diharapkan memiliki kontribusi yang jelas terhadap kompetensi yang akan dibawa mahasiswa ketika memasuki dunia profesional.
Mengintegrasikan Perspektif SDGs dalam Pendidikan
Perspektif Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi salah satu bagian yang turut diperhatikan dalam pengembangan kurikulum. Integrasi SDGs memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk menghubungkan proses pendidikan dengan berbagai persoalan pembangunan berkelanjutan.
Dalam konteks PGMI, hal tersebut memiliki relevansi dengan peran mahasiswa sebagai calon pendidik. Guru di tingkat dasar memiliki kesempatan untuk mengenalkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan, kesetaraan, kehidupan sosial, serta berbagai isu pembangunan berkelanjutan melalui pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Menuju Kurikulum yang Adaptif
Review kurikulum juga menjadi ruang untuk menerima berbagai masukan dan melihat kebutuhan pengembangan pendidikan ke depan. Perubahan teknologi dan dinamika dunia pendidikan membuat program studi perlu secara berkala mengevaluasi kurikulum agar tetap adaptif.
Bagi PGMI, pengembangan kurikulum yang adaptif menjadi penting untuk memastikan lulusan memiliki bekal yang sesuai dengan tantangan profesi guru. Kurikulum diharapkan tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk memahami teori pendidikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi pembelajaran yang nyata.
Melalui kegiatan review yang diselenggarakan FITK, pengembangan kurikulum diharapkan semakin terarah pada pencapaian kompetensi lulusan sekaligus memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Bagi PGMI, proses ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kualitas pendidikan dan mempersiapkan calon guru Madrasah Ibtidaiyah yang adaptif terhadap perubahan.