Berita dan Informasi

Workshop dan ToT Kurikulum Berbasis Cinta di PTKIN Dorong Penguatan Pendidikan Berkelanjutan

Workshop dan Training of Trainer (ToT) Kurikulum Berbasis Cinta di PTKIN menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas dalam mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan nilai kasih sayang, kepedulian, kemanusiaan, dan karakter. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan berkelanjutan.

WhatsApp Image 2026-08-31 at 20.03.27 (1).jpegCirebon, 19 dan 20 Agustus 2026Kegiatan Workshop dan Training of Trainer (ToT) Kurikulum Berbasis Cinta di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memasuki pelaksanaan hari pertama pada 19 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman mengenai pengembangan kurikulum yang menempatkan nilai-nilai cinta sebagai bagian dalam proses pendidikan.

Pelaksanaan workshop dan ToT berlangsung dalam suasana akademik dengan melibatkan peserta dalam kegiatan pembahasan dan pemaparan materi. Kegiatan ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan mengenai pengembangan kurikulum serta mendorong terciptanya pendidikan yang lebih humanis dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Mengembangkan Kurikulum Berbasis Nilai Cinta

Kurikulum berbasis cinta menjadi salah satu pendekatan yang menempatkan nilai kasih sayang, kepedulian, penghargaan, dan kemanusiaan sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter.

Melalui workshop, peserta memperoleh ruang untuk mendalami gagasan mengenai kurikulum berbasis cinta dan penerapannya dalam lingkungan perguruan tinggi. Penguatan nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan perkembangan mahasiswa dan masyarakat.

 

Workshop Menjadi Ruang Berbagi Gagasan

WhatsApp Image 2026-08-31 at 20.37.54.jpegPelaksanaan kegiatan hari pertama juga menjadi ruang untuk berdiskusi dan berbagi gagasan mengenai pengembangan kurikulum. Interaksi akademik yang berlangsung selama kegiatan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperluas pemahaman serta melihat berbagai kemungkinan penerapan kurikulum berbasis cinta dalam pendidikan. 

Kegiatan workshop diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pendidikan. Dengan demikian, kurikulum tidak hanya menjadi pedoman pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi sarana dalam membentuk karakter dan budaya akademik yang positif.

Training of Trainer Perkuat Kapasitas dalam Implementasi Kurikulum

Selain workshop, kegiatan juga dirangkaikan dengan Training of Trainer (ToT). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas peserta agar mampu memahami dan mengembangkan konsep kurikulum berbasis cinta dalam lingkungan pendidikan tinggi.

Penguatan kapasitas melalui ToT diharapkan dapat mendukung proses penyebarluasan pemahaman mengenai kurikulum berbasis cinta. Dengan adanya pemahaman yang baik, nilai-nilai tersebut dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam berbagai aktivitas pendidikan.

Sinergi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Pelaksanaan Workshop dan ToT Kurikulum Berbasis Cinta di PTKIN mengusung semangat “Sinergi untuk Pembangunan Berkelanjutan.” Semangat tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dan kesamaan komitmen dalam mengembangkan pendidikan yang mampu memberikan dampak positif secara berkelanjutan.

Pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Karena itu, pengembangan kurikulum berbasis nilai menjadi salah satu bagian yang dapat mendukung terciptanya pendidikan yang lebih bermakna.

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Berkelanjutan

Hari pertama pelaksanaan workshop dan ToT menjadi langkah awal dalam memperkuat pemahaman serta komitmen terhadap pengembangan kurikulum berbasis cinta di lingkungan PTKIN. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan budaya akademik yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Melalui sinergi dan kolaborasi yang dibangun, pengembangan kurikulum berbasis cinta diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya menciptakan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian, dan nilai kemanusiaan dalam diri peserta didik.

Topik Terkait:
#pgmiunggul #uinssc #Workshop Kurikulum Berbasis Cinta #Training of Trainer
Keterkaitan SDGs:
SDGs 4 - Quality Education SDGs 16 - Peace and Justice Strong Institutions SDGs 17 - Partnerships to achieve the Goal
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas