Abstrak / Ringkasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam interrelasi antara pendidikan Islam, budaya lokal, dan pembentukan identitas keislaman dalam konteks masyarakat multikultural di era digital. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka fenomenologis dan kerangka teori Alfred Schutz serta Stuart Hall, penelitian ini menganalisis sepuluh artikel jurnal nasional terindeks yang relevan. Hasil analisis tematik interpretatif menunjukkan bahwa pendidikan Islam berperan sebagai ruang intersubjektif dalam membentuk makna sosial, sekaligus sebagai medan diskursif dalam konstruksi identitas keislaman yang bersifat dinamis dan kontekstual. Temuan juga menunjukkan peran strategis guru sebagai mediator antara nilai-nilai Islam dan teknologi digital, serta pentingnya kurikulum Islam yang adaptif terhadap tantangan globalisasi nilai. Kebaruan utama dari penelitian ini terletak pada sintesis konseptual antara fenomenologi sosial dan teori identitas budaya dalam membaca kompleksitas pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pemikiran kritis dan kebijakan pendidikan Islam yang lebih reflektif terhadap realitas sosial budaya masyarakat digital.